Ads-728

Cat-1

Cat-2

Cat-3

Cat-4

» » Satu Lagi Fakta Miris Sea Games 2011 [Wanita Pendamping]

Gala olahraga akbar se ASEAN dalam hitungan hari akan segera dimulai. SEA Games 2011, yang tahun ini akan diselenggarakan di dua kota (Palembang&Jakarta) memiliki satu rahasia gelap lagi.

Bukan tentang kualitas persiapan panitia yang ternyata masih pas-pasan.
Bukan tentang wisma atlit yang sempat heboh dengan kasus suap.
Bukan tentang GOR dan fasilitas lomba yang belum 100% ready
Tapi, ini lebih jauh lagi tentang moral.
Mau tahu kenapa?

Membaca tulisan dokter internist Posma, cukup membuat saya terbelalak, meskipun bagi beberapa orang ini merupakan hal yang biasa. 

Dialog terjadi antara sang dokter dengan pasiennya yang ternyata baru saja tiba di Palembang.

“Sakit apa nona?” 
“Mual-mual dok, agak diare. Mungkin belum terbiasa makanan di Palembang yang pedas-pedas ya dok” 
“Oh, memangnya selama ini dimana? 
“Kan ada event besar olahraga sebulan ke depan di sini dok. Banyak permintaan wanita pendamping selama ada hajatan model ini.”
“Untuk atlet?”
“Wah, atlet belum tentu ada uang memakai jasa kami, dok. Biasanya untuk pejabat pendamping, offisial atau wisatawan pendukung tim negaranya yang ada uang.”

Setelah berbincang hangat sang dokter melakukan pemeriksaan yang standar dan tidak berlebihan (karena perawat poliklinik sambil senyam-senyum geli selalu mengawasi), kesimpulannya si nona tersebut hanya menderita gastritis akut dan tidak hamil, karena dia mengaku memakai kontrasepsi suntik 1 bulan sekali.


“Kerjaan wanita pendamping ini apa saja, ya?” 
“Mendampingilah, dok. Sejauh si pelanggan maunya apa.” 
“Apa pun maunya?” 
“Iya.Tapi jangan salah dok, ada yang terkadang hanya mau jadikan kita guide, penerjemah, nyanyi di karaoke tanpa sedikitpun menggoda dan tidur pun beda kamar.”

 Dan hebatnya lady escort dari agency mereka ini semua lancar bahasa Inggris, jago nyanyi dan dilatih menari dance. Tapi, herannya kenapa harus disuntik, ya?


Memang sebuah dilema bagi penyelenggara event besar yang ingin memuaskan tamu-tamunya. Salah satu masalah adalah kebutuhan wanita pendamping seperti ini.

Semoga Alloh memberikan hidayah kepada gadis-gadis itu ya, sehingga bisa mencari pekerjaan yang halal dan thoyyib. Dan kepada penyelenggara, mendingan official nya mesti kudu bawa istri masing-masing kali ya. 

Makasih Kang Banna Infonya...
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Siape Saye? Unknown

Terlahir di desa Kuala Secapah, desa kecil yang terletak di pinggiran laut Kalimantan Barat. Hobby memancing, jalan-jalan, dan mencicipi kuliner di berbagai daerah serta mengisi waktu senggangnya di blogsphere. Untuk menambah jalinan silaturrahmi bisa menghubungi di bawah ini

Tidak ada komentar

Leave a Reply

Box Office

Cat-6