Ads-728

Cat-1

Cat-2

Cat-3

Cat-4

» » Fitnatul Mahya wal Mamat

Berawal dari sebuah pertanyaan dari seorang sahabat di desa ketika pulang mudik kemaren, yang bertanya tentang fitnatulmahyâ dan fitnatul mamât, akhirnya ane memutuskan untuk mencoba nyari-nyari refrensi tentang kedua kata tersebut, dan menjadi bahan postingan catatan pada malam hari ini, maklum dah lama gak ngisi catatan akhir pekan, hehehe :D semoga catatan kecil menjelang tidur ini bermanfaat bagi kita semua…

Fitnah artinya ujian atau cobaan (imtihân, ikhtibâr); fitnatul mahyâ dan fitnatul mamât adalah dua kondisi dimana seseorang akan mendapatkan cobaan dunia dan ujian setelahnya di alam kematian (diantaranya menjawab pertanyaan malaikat di alam kubur) sebagaimana dijelaskan Imâm as-Sindi dan al-Qurthubi (lihat Sunan an-Nasâ’i Bisyarhil Hâfizh Jalâluddin as-Suyuthi wa Hâsyiyatil Imâm as-Sindi 2/57).

Oleh karenanya Rasûlullâh SAW memberikan peringatan, bahwa kehidupan dunia selalu diuji dengan kenikmatan, sementara untuk mendapatkan kenikmatan akhirat selalu diuji dengan kepahitan.

حَلاَوَةُ الدُّنْيَا مِرَارَةُ الأخِرَةِ وَ مِرَارَةُ الدُّنيْاَ حَلاَوَةُ الأخِرَةِ
“Kelezatan dunia adalah empedunya akhirat, sedangkan kepahitan dunia adalah madunya akhirat”
(H.R. al-Hâkim dan Ahmad).

Al-Hâfizh Abi Sulaiman Muhammad bin Abdillâh bin Ahmad bin Zahr ar-Raba’ie (w.379 H.) menuliskan dalam buku “Washayâl Ulamâ’ ‘Înda Hudlûril Maut” bahwa hadits tersebut pernah disampaikan ulang oleh Abu Mâlik al-Asy’âri kepada para pengikutnya jelang menghembuskan nafasnya yang terakhir. (lihat Tahqîq Musthafa’ ‘Abdul Qadier Atha’ hal. 102)

Adapun bagaimana seseorang dapat menyelamatkan dari kedua fitnah tersebut, Rasûlullâh SAW menyarankan agar kaum muslimin segera berlindung dan tidak henti-hentinya berdo’a. Bahkan Abu Hurairah Ra. pernah mengatakan bahwa Rasûlullâh SAW pun menyebutkan “Apabila kalian telah membaca tasyahhud akhir, hendaklah berlindung dari empat perkara;
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَ مِنْ فِتْنَةِ اْلمَحْيَا وَ اْلمَمَاتِ وَ مِنْ شَرِّ فِتْنِةِ اْلمََسِيْحِ الدَّجَّالِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksa neraka jahannam, dari adzab kubur, dari ujian kehidupan dan kematian dan dari kejahatan fitnah al-masîhid dajjâl”.
(H.R. Muslim dalam Syarhun Nawâwi no. 1324)
Dalam Riwayat ‘Âisyah Ra., ada tambahan :
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُبِكَ مِنَ اْلمَأْثَمِ وَ اْلمَغْرَمِ
Ya Allâh, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari perbuatan dosa dan kemaksiatan serta menggunungnya utang.

Ketika Rasûlullâh SAW menyebutkan tambahan tadi, seseorang bertanya kepadanya: Betapa banyaknya engkau menyebutkan agar berlindung dari utang ?, beliaupun menjawab: bila seseorang mempunyai utang, kalau bicara suka dusta dan kalau berjanji suka ingkar. (H.R. Muslim dalam Syarhun Nawâwi no. 1325). Semoga kita terhindar dari fitnah tersebut.

Arminareka Perdana Org
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Siape Saye? Unknown

Terlahir di desa Kuala Secapah, desa kecil yang terletak di pinggiran laut Kalimantan Barat. Hobby memancing, jalan-jalan, dan mencicipi kuliner di berbagai daerah serta mengisi waktu senggangnya di blogsphere. Untuk menambah jalinan silaturrahmi bisa menghubungi di bawah ini

2 komentar

Fitnatul Mahya wal Mamat
  1. Penting sekali untuk senantiasa berdoa sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW sebagaimana di atas ya, Mas. Sungguh, makasih banyak telah mengingatkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul ust... Doa sangat penting dalam hidup kita semua...
      Makasih telah berkunjung...

      Hapus

Box Office

Cat-6