Catatan Akhir Pekan | Everyday is Weekend
Keluyuran | Makan | Jalan-Jalan

Belajar dari Seorang Hamzah Izzulhaq, Entrepreneur Muda Berusia 19 Tahun


Menarik sekali apa yang dilontarkan seorang mentalist Indonesia ini, yaitu bung Deddy Corbuzier. Ketika kebanyakan orang mengartikan impossible sebagai suatu hal yang tidak mungkin, ia menterjemahkannya dengan kaca mata berbeda. Impossible merupakan paduan kata dari I’M POSSIBLE!


Mungkin tidak banyak orang yang bisa berpikir dan mendapatkan ide menarik ini. Saya rasa ada benarnya juga. Bahwa pikiran positif harus selalu kita terapkan dimanapun dan kapanpun. Bahkan kata-kata bermakan negatif pun bisa kita urai menjadil hal-hal bernilai positif. Dari sesuatu yang IMPOSSIBLE alias tidak mungkin menjadi I’M POSSIBLE alias saya mungkin bisa dan pasti bisa.

Deddy Corbuzier sendiri melontarkan ini dalam acaranya yang bertajuk “Hitam Putih” yang kali ini bertemakan tentang keberhasilan berbisnis dari orang-orang yang dianggap tidak mungkin berhasil, tapi pada kenyataannya bisa mencapai kesuksesan.

Salah satu sosok yang cukup mencuri perhatian saya adalah seorang anak muda berusia 19 tahun. Dengan wajah tampan dan bersahajanya, Hamzah Izzulhaq, demikian nama si pengusaha muda itu, mampu menjadi pengusaha yang cukup sukses. Bayangkan saja, sementara di berbagai belahan dunia lainnya, anak-anak seusianya masih sibuk mencari jati diri, berfoya-foya, bersenang-senang, seorang Hamzah sudah memimpin dan menjalankan empat bimbingan belajar dengan omzet sekitar 60 juta per bulan. Dia pun membuka usaha sofa bed yang cukup berkembang dan banyak diminati masyarakat sekarang ini. Omzetnya tidak kalah fantastis! Bisa mencapai 100 hingga 120 juta per bulan!

http://www.facebook.com/pages/Hamzah-Izzulhaq/290106517750956
Hamzah Izzulhaq

Sumber Foto: Akun Twitter https://twitter.com/#!/hamasacorp
Tentu banyak orang akan bilang tidak mungkin remaja usia 19 tahun mempu menjalankan sebuah bisnis, apalgi sampai dua usaha sekaligus. Tapi pada kenyataannya, ada dan mungkin masih banyak pengusaha-pengusaha muda belia di luar sana yang belum terekspos oleh media. Hal ini menjadi satu oase yang menyegarkan di tengah maraknya tingkat hedonisme anak-anak remaja masa kini yang lebih banyak sibuk mengidolakan artis-artis ketimbang membuat diri mereka menjadi idola.

Sosok Hamzah sendiri bukanlah berasala dari keluarga tidak mampu. Ayahnya adalah seorang dosen di Universitas Gunadarma. Beliau berani memberikan kesempatan dan peluang usaha kepada putranya itu karena memang sang dosen melihat Hamzah sangat yakin dan berminat di bidang wirausaha sehingga beliaupun berani membantu memberikan modal usaha padanya. Keinginan dan minat Hamzah berbisnis dimulai sejak ia masih menginjak bangku sekolah dasar. Apapun ia lakukan untuk bisa menambah uang saku jajannya. Dari mengamen sampai menjadi ojek payung. Menjadi tukang parkir pun pernah ia lakoni. Berdagang diawali ketika ia menginjak bangku sekolah menengah pertama.

Hasrat dan minat nya ini tentu tidak bisa berjalan tanpa dukungan penuh dari keluarganya. Saya melihat banyak orang tua yang tidak mengijinkan anak mereka berwira usaha karena mereka berpikir bahwa tugas anak-anak mereka adalah belajar. Padahal menumbuhkan jiwa usaha juga merupakan proses belajar yang tak ternilai harganya.

Sebagai penutup acara, Hamzah Izzulhaq sempat memberikan beberapa catatan penting dalam pengalamannya berbisnis dan menjalani kehidupannya hingga sukses menjadi pengusaha muda. Ada lima hal yang bisa ia sampaikan kepada para rekan-rekan remajanya, yaitu

Pertama, memperbaiki hubungan dan kualitas komunitas atau lingkungan kita. Lingkungan sangat berpengaruh besar dalam membentuk karakter dan perkembangan jiwa kita. Misalnya, ketika kita melontarkan hasrat untuk terjun ke dunia bisnis, maka tidak menutup kemungkinan banyak yang akan bilang “ah, ngapain sih bisnis? nanti aja” “sok tua loh! nikmati hidup aja dulu!”. Nah, jika kita berteman dengan orang-orang yang berpikiran pesimis seperti, ada kemungkinan kita tidak akan maju. Untuk itu pilihlah lingkungan dan komunitas pergaulan yang tepat.

Kedua, bagi Anda yang ingin memulai bisnis, janganlah memulai dari nol! Maksudnya, kalau istilah tangga, ada tangga 1 sampai 5, maka kita mulailah di tangga yang ke 4 atau ke 5. Misalnya, kita bisa meneruskan suatu usaha yang sudah dirintis oleh orang lain.

Ketiga, Jangan NATO (No Action Talk Only). Ketika kita sudah punya banyak teori, langkah selanjutnya yang paling penting kita lakukan adalah ACTION, bertindak. Lakukan bisnis kita mulai sekarang, tidak ada kata menunda, nanti saja, atau kalau saya sudah besar!

Keempat, perbaiki hubungan kualitas kita dengan orang tua dan Tuhan. Hubungan dengan orang tua harus tetap terjaga dengan baik dengan selalu meminta pendapat dan nasehat tentang berbagai hal. Jangan mentang-mentang sudah sukses, lalu kita lepas dari orang tua kita. Apalagi dengan Tuhan, berdoa dan mohon petunjuk-Nya merupakan hal esensial lainnya yang harus kita jalankan.

Kelima, ingat kepada orang lain. Selalu tanamkan makna “the power of giving”, bersedekah, berbagi dengan orang lain. Kekuatan memberi bukanlah isapan jempol belaka. Semakin banyak Anda memberi, maka akan semakin banyak pula Anda menerima.

Pengalaman yang sangat berharga dari seorang remaja usia 19 tahun yang telah berhasil menjadi pengusaha muda sukses. Janganlah kita lihat siapa yang berbicara, tapi lihatlah dari isi atau apa yang ia bicarakan. Semoga kita bisa belajar banyak dari sosok-sosok seperti hamzah Izzulhaq ini, dan semoga semakin banyak pula remaja-remaja sukses seperti dia.


BERBAGI = Menambah REZEKI :

 

Sobat Catatan

Catatan akhir Pekan on Facebook