Ads-728

Cat-1

Cat-2

Cat-3

Cat-4

» » » 25 Ribu Pohon Hijaukan Merapi


Abu vulkanik masih melekat di tanah lereng Gunung Merapi. Pada akhir Oktober tahun lalu, hampir seluruh wilayah ini diselimuti warna kelabu lantaran letusan Gunung Merapi.


Saat ini, kondisi di lereng merapi mulai hijau kembali. Beberapa jenis tanaman seperti pohon pisang, sengon, dan sapu tangan (juwet) sudah berdiri tegak di beberapa tempat. Adapun di sejumlah tempat di sekitarnya abu vulkanik masih menutupi tanah.



Untuk mempercepat proses pemulihan pasca bencana letusan Gunung Merapi, PT XL Axiata mengadakan program penanaman 25 ribu pohon di lahan seluas 40 hektar di perbatasan Desa Glagaharjo (Sleman, Yogyakarta) dan Desa Balerante (Klaten, Jawa Tengah).



"Kami menyalurkan donasi tersebut dalam program penghijauan untuk memulihkan lingkungan yang rusak karena erupsi," kata Komisaris XL, Giri Suseno Hardihardjono di Yogyakarta, Senin, 30 Mei 2011.



Dengan menggandeng Pundi Amal SCTV, Giri mengatakan dana yang dialokasikan untuk penghijauan Merapi ini sebesar Rp 200 juta. Dana itu berasal dari SMS Donasi XL selama periode November - Desember 2010, internal korporasi, dan sumbangan karyawan sebesar Rp 126 juta, dan sisanya dari Pundi Amal SCTV.



Tahun lalu, dana pertanggungjawaban sosial (Corporate Social Responsibility/CSR) XL mencapai Rp 12,3 miliar. Dari dana itu, sekitar Rp 2 sampai 3 miliar ditujukan untuk program bantuan letusan Gunung Merapi.



Jenis pohon yang ditanam dalam program penghijauan ini diantaranya jeruk, kelengkeng, nangka, jambu biji, asam jawa, gayam, sengon, akasia, cengkih dan petai cina. Aneka tanaman itu dipilih karena mudah dirawat, memiliki akar yang kuat sehingga mampu menyimpan air, dan bisa dijadikan tanaman investasi warga.



Jamin, 37, warga Dusun Kalitengah Kidul, Desa Glagaharjo, mengatakan telah menanam puluhan bibit di sekitar rumahnya.



"Bibitnya bagus-bagus dan ini sangat membantu warga," kata Jamin yang juga pengurus kelompok tani. Sejak merapi meletus tahun lalu, ayah empat anak ini baru mulai bertani palawija dan memerah sapi selama dua bulan terakhir.



Selain melakukan CSR Merapi, XL juga menggalang donasi untuk bencana di Wamena, Wasior, dan Koin Sastra untuk membantu keberadaan perpustakaan sastra HB Jassin di Jakarta sampai bulan Juni mendatang. 
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Siape Saye? Unknown

Terlahir di desa Kuala Secapah, desa kecil yang terletak di pinggiran laut Kalimantan Barat. Hobby memancing, jalan-jalan, dan mencicipi kuliner di berbagai daerah serta mengisi waktu senggangnya di blogsphere. Untuk menambah jalinan silaturrahmi bisa menghubungi di bawah ini

Tidak ada komentar

Leave a Reply

Box Office

Cat-6