Ads-728

Cat-1

Cat-2

Cat-3

Cat-4



Catatan Akhir Pekan - Saat berkunjung ke kota Manado beberapa tahun lalu, Ane mendapat info bahwa salah satu pahlawan Indonesia yang muncul di uang pecahan Rp. 5000 makamnya ada di Sulawesi Utara. Sahabat Catatan sudah pada udah tau kan siapa beliau? Hehe :D Yupp.. Benar beliau adalah Tuanku Imam Bonjol. 

Tuanku Imam Bonjol adalah salah satu pahlawan nasional yang ditakuti oleh penjajah Belanda masa penjajahan dulu. Ia merupakan seorang pejuang yang berasal dari Sumatera Barat. Pada masa penjajahan dirinya diasingkan ke Minahasa, Sulawesi Utara hingga akhir hayatnya pada tahun 1864.

Beruntungnya teman ane yang benama Gopek tau lokasinya makam tersebut dan bersedia mengantar ane untuk berziarah sekaligus sebagai rasa hormat untuk mengingat perjuangan beliau beserta pahlawan lainnya pada saat melawan para penjajah beberapa tahun silam.

Makam Tuanku Imam Bonjol berlokasi di pinggiran kota, tepatnya di Desa Lotta Kecamatan Pineleng, Minahasa, Sulawesi Utara. Lokasi tersebut berjarak sekitar 9 km dari pusat kota. Lama waktu perjalanan hanya sekitar 35 menit. Setibanya di lokasi, kita akan disambut dengan halaman yang luas serta pemandangan yang asri dan menyejukkan mata. Dengan menaiki beberapa anak tangga, kita akan tiba di bangunan utama, makam berwarna putih dengan arsitektur khas Minang lengkap dengan atap Bagonjang.



Di dalam bangunan utama itulah Makam Tuanku Imam Bonjol berada. Makam tersebut terbuat dari keramik putih dan dikelilingi oleh rantai pembatas. Pada batu nisan makam itu terdapat sebuah tulisan Peto Syarif Ibnu Pandito Bayanuddin bergelar Tuanku Imam Bonjol Pahlawan Nasional. Lahir tahun 1774 di Tanjung Bungo/Bonjol Sumatera Barat. Wafat pada tanggal 6 November 1854 di Lota Minahasa, dalam pengasingan pemerintah kolonial Belanda karena berperang menentang penjajahan untuk kemerdekaan tanah air, bangsa dan negara.

Setelah selesai menziarahi makam, kita juga dapat mengunjungi dan melihat-lihat peninggalan Tuanku Imam Bonjol selama diasingkan di Minahasa oleh penjajah Belanda. Peninggalan utama beliau adalah tempat ibadah yang berada di bawah bangunan makam yang berjarak sekitar 60 m.



Untuk menuju tempat ibadah tersebut kita akan melewati beberapa pohon jati dan pohon bambu yang sangat rimbun, juga menuruni sedikit anak tangga. Bangunan tempat ibadah Tuanku Imam Bonjol ini, persis terletak di sebelah aliran sungai Malalayang dengan air yang jernih dan bebatuan yang sangat indah.


Di dalam bangunan tempat ibadah Tuanku Imam Bonjol terdapat sebuah batu yang besar sebagai alas untuk mengerjakan sholat. Jika kita melaksanakan sholat di atas batu besar tersebut akan terasa nyaman. Sebab, ketika posisi sujud, dahi dan kedua lutut kita akan tepat berada di posisi lekukan pada batu besar itu.



Tidak jauh dari  bangunan tempat sholat, terdapat pula sebuah sumur kecil dan dangkal, sehingga dapat menggunakan gayung saat mengambil airnya. Sumur kecil ini difungsikan sebagai tempat wudhu ketika akan melaksanakan sholat.

Dengan mengunjungi makam para pahlawan, tentunya bisa menambah wawasan bagi kita seputar sejarah di masa perjuangan. Selain itu, juga dapat menumbuhkan rasa perjuangan dan cinta tanah air sebagai perwujudan terima kasih kita kepada para pahlawan yang rela berkorban demi bangsa dan negara. Kita sebagai generasi bangsa wajib melanjutkan perjuangan mereka. Aamiin…

Cek Harga Hardisk di Toko Sebelah
Sampai di Toko Hardisknya gak ada
Semoga dengan berwisata sejarah
Menambah pengetahuan kita semua


Salam #Keluyuran #Makan #JalanJalan
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Siape Saye? MF Abdullah

Terlahir di desa Kuala Secapah, desa kecil yang terletak di pinggiran laut Kalimantan Barat. Hobby memancing, jalan-jalan, dan mencicipi kuliner di berbagai daerah serta mengisi waktu senggangnya di blogsphere. Untuk menambah jalinan silaturrahmi bisa menghubungi di bawah ini

1 komentar

Berkunjung ke Makam Tuanku Imam Bonjol

Box Office

Cat-6