Ads-728

Cat-1

Cat-2

Cat-3

Cat-4

» » » Cara Berhemat dengan Kartu Kredit




Seringkali orang menghindari kartu kredit karena takut tidak bisa mengontrol diri. Pada saat berbelanja, semua masuk troli. Dengan anggapan, pembayaran bisa dilakukan dengan cicilan. Tapi begitu tagihan datang, kita seringkali kaget dengan jumlahnya dan menjadi kalang kabut. Dikarenakan budget yang dialokasikan untuk membayar tidak mencukupi. Konsekuensinya ada anggaran kebutuhan yang dikorbankan. Tentu anda tidak mau seperti. Ada rambu-rambu atau aturan tidak tertulis yang harus diperhatikan ketika menggunakan uang plastik agar tidak kalap :
Tentukan prosentase pengeluaran
Menurut para perencana keuangan, pinjaman yang anda lakukan idealnya tidak melebihi 20% dari pendapatan anda. Misalnya pendapatan anda sebulan 5 juta, maka seharusnya pinjaman yang anda lakukan tidak lebih dari 1 juta. Dari nilai 1 juta tersebut, tentukan berapa nilai yang akan dibelanjakan dengan menggunakan kartu kredit. Ingat bahwa ketika anda membeli barang dengan kartu kredit terdapat bunga yang harus diperhitungkan, sehingga ketika memperhitungkan harga haruslah harga ditambah bunga.
Tentukan skala prioritas
Bagi anda yang sudah berkeluarga, tentu pendidikan maupun kebutuhan anak menjadi prioritas pertama. Kebutuhan anak ini, beberapa bisa disiasati dengan menggunakan kartu kredit. Misalnya anak membutuhkan sepatu baru. Karena umur ekonomis sepatu lebih dari satu tahun, tidak ada salahnya anda membeli sepatu buah hati dengan mencicil.
Yang perlu diperhatikan juga dalam skala prioritas ini adalah tagihan bulan sebelumnya. Ingat bahwa bunga kartu kredit akan dikenakan secara harian. Maka semakin lama anda membayar akan semakin besar. Dengan demikian misalnya anda hanya mempunyai anggaran untuk belanja sebesar 2 juta, kurangi dulu dengan tagihan sebelumnya yang belum dibayar. Sisa itulah yang nanti bisa anda pergunakan untuk belanja
Tentukan alokasi untuk pembayaran
Selain prosentase pengeluaran, para perencana keuangan juga memberikan arahan berapa persen idealnya anda membayar tagihan. Yaitu tidak lebih dari 10%. Hal ini berarti misalnya seperti contoh diatas. Anda memiliki anggaran belanja sebesar 2 juta. Pendapatan anda bulan berikutnya adalah 5 juta. Maka pada bulan depan anda hanya boleh membayar tagihan sebesar 500 ribu. Maka dari anggaran belanja 2 juta tersebut, kurangi dahulu untuk membayar tagihan bulan ini. Misalnya masih tersisa 1,5 juta maka anda hanya boleh berbelanja dengan kartu kredit sebesar 500 ribu sudah termasuk bunga. Sisanya 1 juta bisa anda belanjakan secara tunai atau untuk membayar tagihan lainnya.
Jangan pergunakan kartu kredit untuk menarik uang
Meskipun kartu kredit ini praktis. Bahkan ketika tidak punya uang pun tetap bisa berbelanja. Namun jangan pernah tergoda untuk menggunakan kartu kredit untuk meminjam uang. Saat ini, banyak agen atau pihak-pihak yang menawarkan tarik tunai melalui kartu dengan mengenakan bunga kecil. Jangan pernah terjebak. Bunga kartu kredit yang menetapkan adalah pihak bank.
Apabila pihak agen menawarkan bahwa uang tunai yang akan anda tarik nantinya akan dikenakan bunga sebagaimana bunga ketika anda belanja, maka pada prakteknya anda akan membayar beban bunga 2 kali, yaitu ke bank dan ke agen. Akan lebih mengkhawatirkan bila anda menarik uang tunai dengan menggunakan kartu kredit secara langsung di mesin ATM. Bank akan mengenakan bunga pada uang tunai yang anda tarik lebih besar daripada bunga yang dikenakan atas barang. Karena bunga ini akan dianggap sama dengan pinjaman di bank.
Setelah membaca tips diatas, tentu akan membuat para pemegang kartu kredit menjadi semakin mudah untuk menahan diri dari belanja kalap bukan?
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Siape Saye? MF Abdullah

Terlahir di desa Kuala Secapah, desa kecil yang terletak di pinggiran laut Kalimantan Barat. Hobby memancing, jalan-jalan, dan mencicipi kuliner di berbagai daerah serta mengisi waktu senggangnya di blogsphere. Untuk menambah jalinan silaturrahmi bisa menghubungi di bawah ini

Box Office

Cat-6